Selasa, 29 Desember 2015

Pengalaman Mendaki Gunung Merbabu Naik Wekas Turun Selo

Gunung Merbabu yang dikenal dengan keindahan tujuh puncaknya yakni : puncak syarif, menara, hellypad, kentengsongo, ondorante, triangulasi dan gunung kukusan yang membuat beberapa orang tertarik untuk melihat secara langsung keindahan gunung ini. Selain tujuh puncak, gunung ini juga memiliki 5 buah kawah yakni kawah Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo. Gunung Merbabu merupakan gunung dengan track yang tergolong medium/mendekati sulit. Jalur pendakian yang kami gunakan ada 2 yakni jalur wekas dan jalur selo. Kami menggunakan jalur wekas sebagai awalan kami mendaki dikarenakan jalur ini memiliki track jalur yang lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan jalur lainnya. Waktu tempuh perjalanan pendakian lewat jalur wekas ini sekitar 9 jam. Berikut ini merupakan penjelasan medan jalur Wekas:
1.                  Basecamp-Pos Telaga Arum
            Jalur dari basecamp menuju pos Telaga Arum sudah lumayan menantang fisikku dikarenakan awalan jalurnya langsung cukup menanjak sampai melewati rumah penduduk, dan ladang sayur warga. Akan tetapi, setelah melewati ladang sayur warga jalannya menjadi landai.Ketika jalan melewati ladang sayur warga menuju pos telaga arum, kami menemui dua buah bangunan kecil yang keduanya bangunan tersebut adalah makam. Setelah melewati kedua bangunan makam tersebut, kami sudah memulai memasuki hutan Gunung Merbabu. Kami melihat banyak terdapat pohon pinus di sepanjang jalur ini. Akan tetapi, ditemui juga beberapa jenis pohon pakis yang dapat dikonsumsi. Selain itu, kami juga melewati sungai kecil yang airnya cukup jernih, sehingga saya mengambilnya untuk mengisi bekal minum saya. Kemudian, medan yang kami lewati dijalur ini juga masih terbuka sehingga memudahkan kami untuk melakukan navigasi. Waktu tempuh dari basecamp menuju Pos Telaga Arum sekitar 1,5 jam. Pos Telaga Arum berupa shelter/lapangan peristirahatan yang tidak terlalu besar, kira – kira bisa mendirikan tenda sekitar 4 – 6 tenda kapasitas tenda sedang (5 orang) di sekitar pos ini.Selain itu, di pos ini belum mulai dingin namun sudah mulai sejuk dan di pos ini bervegetasi pohon pinus, cemara dan semak belukar. Untuk saat ini keadaan tim kami dilihat dari kesehatannya masih baik – baik saja.
2.                  Pos Telaga Arum-Pos 2
            Medan yang dilalui dari pos Telaga Arum ke pos 2 sudah berbeda dengan medan yang dilalui sebelumnya, karena medan yang kami lalui ini sudah mulai agak terjal. Kemudian terdapatnya banyak pendaki yang naik dan turun di sepanjang jalur ini membuat kami mengantri sehingga hal tersebut sedikit menguras tenaga kami. Saya melihat Annis mual/pusing dikarenakan dia belum menyesuaikan kondisi tubuhnya untuk melewati jalur ke pos 2. Saluran pipa warga kami temukan saat melewati jalur ini. Kemudian vegetasi di sepanjang jalur ini masih sama seperti dari basecamp ke pos 1 yaitu didominasi pohon pinus dan cemara. Waktu tempuh pos 1 ke pos 2 cukup lama yaitu sekitar 2.5 jam, hal ini disebabkan jarak yang kami tempuh juga lebih jauh daripada jarak tempuh sebelumnya. Dikarenakan sudah mulai terjal untuk mencapai pos 2, maka ketika hujan berhati – hati ketika melewati sepanjang jalur menuju pos 2.
            Seperti yang telah dikatakan oleh Ibu Sumiati, di pos 2 ini terdapat pipa air yang mengalirkan air ke pendaki. Air yang di alirkan cukup deras dan lumayan bersih sehingga bisa kami konsumsi untuk minum dan bekal untuk menuju pos berikutnya. Pos 2 memiliki shelter yang cukup luas dan terbuka, biasanya para pendaki sering menggunakan pos ini sebagai tempat peristirahatannya.
3.                  Pos 2-Watu Gede
Tantangan nyata dimulai saat perjalanan pos 2 menuju ke Watu Gede, karena medan yang dilalui sudah cukup terjal dan terdapat pula bebatuan – bebatuan kecil. Pergantian vegetasipun terjadi saat menuju ke Watu Gede , dikarenakan pohon – pohon sepanjang jalur bukan didominasi oleh pinus maupun cemara namun didominasi oleh pepohonan kecil seperti edelweiss, sehingga jalur sangat terbuka dan rawan terkena angin atau terkena badai.
            Waktu tempuh perjalanan dari pos 2 ke Watu Gede sekitar 2 jam. Shelter di Watu Gede sangat kecil berbeda dengan shelter – shelter sebelumnya. Selain itu, dikarenakan terbuka maka dari sini kita dapat melihat puncak Gunung Kukusan dan Puncak Menara. Bau belerang di Watu Gede juga sudah mulai tercium aromanya sehingga membuat kami segera bergegas meninggalkan Watu Gede.
4.                  Watu Gede-Pertigaan Pemancar
Perjalanan menuju Pertigaan Pemancar tidak memakan waktu yang cukuplama, karena waktu tempuh hanyalah kurang lebih 1 jam dengan berjalan santai dengan menikmati pemandangan sekitar. Jalur yang dilalui juga tidak terlalu sulit, namun ketika akan naik ke pertigaan pemancar jalan terjal sehingga bias dikatakan pendaki climbing ketika mau ke pertigaan pemancar. Di pertigaan pemancar shelter tidak terlalu luas, mungkin hanya bias untuk 1 atau 2 tenda kapasitas 4 orang itupun sangat terbuka, sehingga amat berbahaya jika terjadi badai. Biasanya para pendaki mendirikan tenda di bawah pertigaan pemancar, karena terlindungi oleh pohon – pohon besar yang bisa mereduksi terpaan angin. Selain itu, shelter di bawah pertigaan pemancar kapasitas muatan tenda lebih banyak daripada di pertigaan pemancar. Shelter di sini bisa memuat tenda 4 sampai 5 tenda kapasitas 4 orang.
5.                  Pertigaan Pemancar-Pertigaan Syarif
Track jalur dari pertigaan pemancar ke Pertigaan Syarif kembali lagi ke grade yang sulit, karena jalan yang dilalui licin dan disamping kanan maupun kirinya berupa jurang. Kemudian terdapat juga percabangan jalur, jalur sebelah kiri track-nya terlihat cukup terjal dan jalur yang kanan tidak terlalu terjal namun sepertinya lebih lama. Jadi jika ketika menuju ke pertigaan syarif maka, sebaiknya memilih jalur sebelah kanan. Kemudian, terdapat juga pos helipad yang berada diantara pertigaan pemancar ke pertigaan syarif. Pos helipad ini berupa shelter datar yang kecil, cukup untuk mendirikan kurang lebih 3 tenda kapasitas 4 orang. Vegetasi selama menuju ke pertigaan pemancar sudah terbuka, hampir tidak ada pohon yang tinggi, yang ada hanya semak-semak. Waktu tempuh perjalanan ke Pertigaan Syarif memakan waktu kurang lebih 2 jam. Di pertigaan syarif ini terdapat shelter namun cukup kecil hanya sekitar muat 1 tenda kapasitas 4 orang. Jika pendaki ingin menuju ke Puncak Syarif, maka pendaki harus mengambil jalur kiri, namun jika pendaki ingin menuju ke Puncak Kenteng Songo, Triangulasi, dan Ondorante maka pendaki harus belok mengambil jalur kanan.
6.                  Pertigaan Syarif-Puncak Kenteng Songgo
            Jalan dari pertigaan syarif menuju puncak Kenteng Songgo track yang dilalui kembali mudah dan tidak memakan waktuyang cukup lama sekitar 1 jam perjalanan. Namun terdapat juga jalan yang berupa tebing sehingga membuat pendaki untuk melakukan transvere climbing. Di puncak Kenteng Songo berupa shelter yang cukup luas. Di sini juga terdapat beberapa kenteng.Pemandangan di puncak Kenteng Songo, pendaki bisa melihat Gunung Merapi dan hamparan sabana yang luas di jalur selo.
Pendaki yang ingin menuju ke puncak triangulasi harus berbelok kanan dan turun. Selanjutnya di antara jalan yang landau di bawah puncak kenteng songo terdapat pertigaan. Jka pendaki ingin menuju ke Puncak Triangulasi maka, pendaki lurus saja, namun jika pendaki ingin turun menuju jalur selo maka pendaki berbelok kiri. Berikut ini deskripsi medan jalur pendakian Selo dari Puncak Kenteng Songo sampai basecamp selo:
1.      Puncak Kenteng Songgo-Sabana 3
            Jalan yang dilalui pendaki jika menuju jalur selo dengan mengambil arah kiri dipertigaan P. Kenteng Songo – Triangulasi cukup curam, karena di jalan ini berupa rerumputan dan tanah yang licin smapai di pertigaan bawah jika mengambil arah kanan terlihat bisa menuju ke P. Triangulasi, jika mengambil kiri maka melanjutkan menuju ke sabana 3. Jalanan yang dilalui dari pertigaan ini ke Sabana III berupa tanah yang berwarna hitam keabu-abuan dan sangat licin. Vegetasi di sepanjang ini berupa padang rumput/ilalang dan terlihat juga beberapa pohon Edelweis. Waktu tempuh dari P.Kenteng Songo ke Sabana III memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Sabana 3 berupa tanah lapang yang kecil. Vegetasi di sinipun berupa rerumputan. Di sini juga terdapat kenteng seperti di P. Kenteng Songo. Jika pendaki ingin melanjutkan perjalanan ke Sabana II maka pendaki belok ke kanan / arah turun. Akan tetapi, jika pendaki ingin menuju ke sebuah bukit maka pendaki lurus saja dan naik.
2.      Sabana 3 - Sabana 2
            Perjalanan dari Sabana 3 – Sabana 2 tidak membutuhkan waktu yang lama hanya 30 menit, karena jarak dan jalan yang ditempuh tidak terlau jauh dan tidak terlalu licin.  Di Sabana II ini, berupa lapangan rerumputan yang luas  mungkin bisa dikatakan bisa untuk bermain sepakbola. Akan tetapi, di Sabana II ini tidak terdapat sumber mata air.
1.      Sabana II – Sabana I
            Jika pendaki turun dari Sabana II menuju Sabana I, maka pendaki akan disajikan pemandangan yang cukup indah selama perjalanan menuju ke Sabana I. Kemudian, jalan yang dilalui cukup mudah dan waktu tempuh perjalanan menuju Sabana I hanya sekitar 30 menit. Di Sabana I vegetasinya masih sama seperti di Sabana II yakni masih berupa rerumputan yang luas dan beberapa pohon saja yang batangnya besar. Di sini juga tempatnya agak luas, jadi bisa dikatakan untuk mendirikan sekitar 10 sampai 20 tenda kapasitas 5 orang.
3.      Sabana 1- Pos 3
            Jalan yang dilalui ketika pendaki menuju ke pos 3 dari Sabana I berupa tanah merah yang cukup terjal dan licin, namun waktu tempuhnya tidak terlalu lama yakni sekitar 30 menitan. Di pos 3 berupa shelter, namun tidak terlalu luas bisa untuk mendirikan tenda sekitar 8 tenda kapasitas 5 orang. Vegetasinya sudah mulai berubah, rerumputan sudah mulai berkurang dan mulai terdapat beberapa pohon berbatang. Ketika malam hari, pendaki akan disajikan pemandang yang lumayan indah yakni berupa lampu –lampu rumah penduduk kota Magelang.
4.      Pos 3- Pos 2
            Jalan yang dilalui pendaki menuju pos 2 dari pos 3 landai, namun waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam. Berbeda dengan pos sebelumnya yang terbuka, pos 2 berada di tengah hutan cemara sehingga pendaki tidak bisa melihat pemandangan apapun. Pos 2 berupa sebidang tanah yang sempit. Kemudian, untuk vegetasinya sudah mulai memasuki hutan berupa pohon – pohon cemara.Meskipun sudah memasuki kawasan hutan, di pos 2 ini tidak terdapat sumber air.
5.      Pos 2- Pos 1
            Perlananan menuju ke pos 1 tidak terlalu sulit dan jalanan yang dilalui juga landai. Vegetasi selama perjalanan menuju ke pos 1 berupa hutan cemara dan pinus. Waktu tempuh menuju pos 1 sekitar 1 jam. Di pos 1 berupa shelter kecil kira – kira bisa memuat 2 tenda kapasitas 4 orang saja. Di pos 1 ini tidak terdapat sumber mata air.
6.      Pos 1- Basecamp
            Jalan yang dilalui ketika menuju basecamp Selo dari pos 1 landai. Kemudian, di samping kiri maupun kanan berupa pohon pinus dan cemara, namun terdapat juga beberapa pohon arbei. Selama perjalanan di sini sudah tidak terlihat lagi lampu – lampu rumah penduduk sampai kira – kira 200 meter dari basecamp terlihat lampu – lampu rumah penduduk.Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam.
 Di bawah ini merupakan koordinat jalur perjalanan yang diperoleh melalui GPS garmin dengan koordinat DMS :


1.      Navigasi 1 (Basecamp Wekas)
Koordinat GPS 07°25’55,6’’ LS 110°24’50,4’’BT
2.      Navigasi 2
Koordinat GPS 07°26’0,3’’LS 110°24’54,2’’ BT
3.      Navigasi 3
Koordinat GPS 07°26’0,9’’ LS 110°24’59,6’’ BT
4.      Navigasi 4
Koordinat GPS 07°25’57,3’’ LS 110°25’ 13,22’’ BT
5.      Navigasi 5 (POS 1)
Koordinat GPS 07°26’1,3’’ LS 110°25’15,8’’ BT
      6.      Navigasi 6
Koordinat GPS 07°26’ 8,8’’ LS 110°25’24,7”
      7.      Navigasi 7
Koordinat GPS 07°26’12,5’’ LS 110°25’31,1’’BT
      8.      Navigasi 8
Koordinat GPS 07°26’ 15,8’’ LS110°25’ 34,8’’ BT
      9.      Navigasi 9 (POS 2)
Koordinat GPS 07° 26’ 33,4” LS 110°25’ 48,7” BT
      10.  Navigasi 10 (Bawah Kenteng Songo)
Koordinat GPS 07°27’14,2” LS 110°26’25” BT
      11.  Navigasi 11 (sabana 3)
Koordinat GPS 07°27’28,8” LS 110°26’30,8” BT
      12.  Navigasi 12 (sabana 2)
Koordinat GPS 07°27’ 37,6” LS 110°26’36,5”BT
      13.  Navigasi 13 (sabana 1)
Koordinat GPS 07°27’55,5 “ LS 110°26’43,4” BT
      14.  Navigasi 14 (pos 3)
Koordinat GPS 07°28’6,3” LS 110°26’47,5” BT
      15.  Navigasi 15 (Pos 2)
Koordinat GPS 07°28’6,6” LS 110°27’3,6” BT
      16.  Navigasi 16 (Pos 1)
Koordinat GPS 07°28’24,1” LS 110°27’20,4” BT
      17.  Navigasi 17 (Basecamp Selo)
Koordinat GPS 07°29’4,2” LS 110°27’35,6” BT
Keterangan :
Navigasi tanpa keterangan merupakan tempat rest penulis.
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK PEMBACA.

^_^