Gunung Merbabu yang dikenal dengan keindahan tujuh
puncaknya yakni : puncak syarif, menara, hellypad, kentengsongo, ondorante,
triangulasi dan gunung kukusan yang membuat beberapa orang tertarik untuk
melihat secara langsung keindahan gunung ini. Selain tujuh puncak, gunung ini
juga memiliki 5 buah kawah yakni kawah Condrodimuko, kawah Kombang,
Kendang, Rebab, dan kawah Sambernyowo. Gunung
Merbabu merupakan gunung dengan track yang tergolong medium/mendekati sulit. Jalur
pendakian yang kami gunakan ada 2 yakni jalur wekas dan jalur selo. Kami
menggunakan jalur wekas sebagai awalan kami mendaki dikarenakan jalur ini
memiliki track jalur yang lebih mudah
dan cepat dibandingkan dengan jalur lainnya. Waktu tempuh perjalanan pendakian
lewat jalur wekas ini sekitar 9 jam. Berikut ini merupakan penjelasan medan
jalur Wekas:
1.
Basecamp-Pos
Telaga Arum
Jalur
dari basecamp menuju pos Telaga Arum sudah lumayan menantang fisikku
dikarenakan awalan jalurnya langsung cukup menanjak sampai melewati rumah
penduduk, dan ladang sayur warga. Akan tetapi, setelah melewati ladang sayur
warga jalannya menjadi landai.Ketika jalan melewati ladang sayur warga menuju
pos telaga arum, kami menemui dua buah bangunan kecil yang keduanya bangunan
tersebut adalah makam. Setelah melewati kedua bangunan makam tersebut, kami
sudah memulai memasuki hutan Gunung Merbabu. Kami melihat banyak terdapat pohon
pinus di sepanjang jalur ini. Akan tetapi, ditemui juga beberapa jenis pohon
pakis yang dapat dikonsumsi. Selain itu, kami juga melewati sungai kecil yang
airnya cukup jernih, sehingga saya mengambilnya untuk mengisi bekal minum saya.
Kemudian, medan yang kami lewati dijalur ini juga masih terbuka sehingga
memudahkan kami untuk melakukan navigasi. Waktu tempuh dari basecamp menuju Pos Telaga Arum sekitar
1,5 jam. Pos Telaga Arum berupa shelter/lapangan
peristirahatan yang tidak terlalu besar, kira – kira bisa mendirikan tenda
sekitar 4 – 6 tenda kapasitas tenda sedang (5 orang) di sekitar pos ini.Selain
itu, di pos ini belum mulai dingin namun sudah mulai sejuk dan di pos ini
bervegetasi pohon pinus, cemara dan semak belukar. Untuk saat ini keadaan tim
kami dilihat dari kesehatannya masih baik – baik saja.
2.
Pos
Telaga Arum-Pos 2
Medan
yang dilalui dari pos Telaga Arum ke pos 2 sudah berbeda dengan medan yang
dilalui sebelumnya, karena medan yang kami lalui ini sudah mulai agak terjal.
Kemudian terdapatnya banyak pendaki yang naik dan turun di sepanjang jalur ini
membuat kami mengantri sehingga hal tersebut sedikit menguras tenaga kami. Saya
melihat Annis mual/pusing dikarenakan dia belum menyesuaikan kondisi tubuhnya
untuk melewati jalur ke pos 2. Saluran pipa warga kami temukan saat melewati
jalur ini. Kemudian vegetasi di sepanjang jalur ini masih sama seperti dari basecamp
ke pos 1 yaitu didominasi pohon pinus dan cemara. Waktu tempuh pos 1 ke pos 2
cukup lama yaitu sekitar 2.5 jam, hal ini disebabkan jarak yang kami tempuh
juga lebih jauh daripada jarak tempuh sebelumnya. Dikarenakan sudah mulai
terjal untuk mencapai pos 2, maka ketika hujan berhati – hati ketika melewati
sepanjang jalur menuju pos 2.
Seperti
yang telah dikatakan oleh Ibu Sumiati, di pos 2 ini terdapat pipa air yang
mengalirkan air ke pendaki. Air yang di alirkan cukup deras dan lumayan bersih
sehingga bisa kami konsumsi untuk minum dan bekal untuk menuju pos berikutnya.
Pos 2 memiliki shelter yang cukup
luas dan terbuka, biasanya para pendaki sering menggunakan pos ini sebagai
tempat peristirahatannya.
3.
Pos
2-Watu Gede
Tantangan nyata dimulai
saat perjalanan pos 2 menuju ke Watu Gede, karena medan yang dilalui sudah
cukup terjal dan terdapat pula bebatuan – bebatuan kecil. Pergantian
vegetasipun terjadi saat menuju ke Watu Gede , dikarenakan pohon – pohon
sepanjang jalur bukan didominasi oleh pinus maupun cemara namun didominasi oleh
pepohonan kecil seperti edelweiss, sehingga jalur sangat terbuka dan rawan
terkena angin atau terkena badai.
Waktu
tempuh perjalanan dari pos 2 ke Watu Gede sekitar 2 jam. Shelter di Watu Gede sangat kecil berbeda dengan shelter – shelter sebelumnya. Selain
itu, dikarenakan terbuka maka dari sini kita dapat melihat puncak Gunung
Kukusan dan Puncak Menara. Bau belerang di Watu Gede juga sudah mulai tercium
aromanya sehingga membuat kami segera bergegas meninggalkan Watu Gede.
4.
Watu
Gede-Pertigaan Pemancar
Perjalanan menuju Pertigaan Pemancar tidak memakan
waktu yang cukuplama, karena waktu tempuh hanyalah kurang lebih 1 jam dengan
berjalan santai dengan menikmati pemandangan sekitar. Jalur yang dilalui juga
tidak terlalu sulit, namun ketika akan naik ke pertigaan pemancar jalan terjal
sehingga bias dikatakan pendaki climbing
ketika mau ke pertigaan pemancar. Di pertigaan pemancar shelter tidak terlalu luas, mungkin hanya bias untuk 1 atau 2 tenda
kapasitas 4 orang itupun sangat terbuka, sehingga amat berbahaya jika terjadi
badai. Biasanya para pendaki mendirikan tenda di bawah pertigaan pemancar,
karena terlindungi oleh pohon – pohon besar yang bisa mereduksi terpaan angin.
Selain itu, shelter di bawah
pertigaan pemancar kapasitas muatan tenda lebih banyak daripada di pertigaan
pemancar. Shelter di sini bisa memuat
tenda 4 sampai 5 tenda kapasitas 4 orang.
5.
Pertigaan
Pemancar-Pertigaan Syarif
Track jalur dari pertigaan pemancar ke Pertigaan Syarif
kembali lagi ke grade yang sulit,
karena jalan yang dilalui licin dan disamping kanan maupun kirinya berupa
jurang. Kemudian terdapat juga percabangan jalur, jalur sebelah kiri track-nya terlihat cukup terjal dan
jalur yang kanan tidak terlalu terjal namun sepertinya lebih lama. Jadi jika
ketika menuju ke pertigaan syarif maka, sebaiknya memilih jalur sebelah kanan.
Kemudian, terdapat juga pos helipad yang berada diantara pertigaan pemancar ke
pertigaan syarif. Pos helipad ini berupa shelter datar yang kecil, cukup untuk
mendirikan kurang lebih 3 tenda kapasitas 4 orang. Vegetasi selama menuju ke
pertigaan pemancar sudah terbuka, hampir tidak ada pohon yang tinggi, yang ada
hanya semak-semak. Waktu tempuh perjalanan ke Pertigaan Syarif memakan waktu
kurang lebih 2 jam. Di pertigaan syarif ini terdapat shelter namun cukup kecil hanya sekitar muat 1 tenda kapasitas 4
orang. Jika pendaki ingin menuju ke Puncak Syarif, maka pendaki harus mengambil
jalur kiri, namun jika pendaki ingin menuju ke Puncak Kenteng Songo,
Triangulasi, dan Ondorante maka pendaki harus belok mengambil jalur kanan.
6.
Pertigaan
Syarif-Puncak Kenteng Songgo
Jalan
dari pertigaan syarif menuju puncak Kenteng Songgo track yang dilalui kembali
mudah dan tidak memakan waktuyang cukup lama sekitar 1 jam perjalanan. Namun
terdapat juga jalan yang berupa tebing sehingga membuat pendaki untuk melakukan
transvere climbing. Di puncak Kenteng
Songo berupa shelter yang cukup luas.
Di sini juga terdapat beberapa kenteng.Pemandangan di puncak Kenteng Songo,
pendaki bisa melihat Gunung Merapi dan hamparan sabana yang luas di jalur selo.
Pendaki yang ingin
menuju ke puncak triangulasi harus berbelok kanan dan turun. Selanjutnya di
antara jalan yang landau di bawah puncak kenteng songo terdapat pertigaan. Jka
pendaki ingin menuju ke Puncak Triangulasi maka, pendaki lurus saja, namun jika
pendaki ingin turun menuju jalur selo maka pendaki berbelok kiri. Berikut ini deskripsi
medan jalur pendakian Selo dari Puncak Kenteng Songo sampai basecamp selo:
1. Puncak Kenteng Songgo-Sabana 3
Jalan
yang dilalui pendaki jika menuju jalur selo dengan mengambil arah kiri
dipertigaan P. Kenteng Songo – Triangulasi cukup curam, karena di jalan ini
berupa rerumputan dan tanah yang licin smapai di pertigaan bawah jika mengambil
arah kanan terlihat bisa menuju ke P. Triangulasi, jika mengambil kiri maka
melanjutkan menuju ke sabana 3. Jalanan yang dilalui dari pertigaan ini ke
Sabana III berupa tanah yang berwarna hitam keabu-abuan dan sangat licin.
Vegetasi di sepanjang ini berupa padang rumput/ilalang dan terlihat juga
beberapa pohon Edelweis. Waktu tempuh dari P.Kenteng Songo ke Sabana III
memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Sabana 3 berupa tanah lapang yang
kecil. Vegetasi di sinipun berupa rerumputan. Di sini juga terdapat kenteng
seperti di P. Kenteng Songo. Jika pendaki ingin melanjutkan perjalanan ke
Sabana II maka pendaki belok ke kanan / arah turun. Akan tetapi, jika pendaki
ingin menuju ke sebuah bukit maka pendaki lurus saja dan naik.
2. Sabana 3 - Sabana 2
Perjalanan
dari Sabana 3 – Sabana 2 tidak membutuhkan waktu yang lama hanya 30 menit,
karena jarak dan jalan yang ditempuh tidak terlau jauh dan tidak terlalu licin.
Di Sabana II ini, berupa lapangan
rerumputan yang luas mungkin bisa
dikatakan bisa untuk bermain sepakbola. Akan tetapi, di Sabana II ini tidak
terdapat sumber mata air.
1. Sabana II – Sabana I
Jika
pendaki turun dari Sabana II menuju Sabana I, maka pendaki akan disajikan pemandangan
yang cukup indah selama perjalanan menuju ke Sabana I. Kemudian, jalan yang
dilalui cukup mudah dan waktu tempuh perjalanan menuju Sabana I hanya sekitar
30 menit. Di Sabana I vegetasinya masih sama seperti di Sabana II yakni masih
berupa rerumputan yang luas dan beberapa pohon saja yang batangnya besar. Di
sini juga tempatnya agak luas, jadi bisa dikatakan untuk mendirikan sekitar 10
sampai 20 tenda kapasitas 5 orang.
3. Sabana 1- Pos 3
Jalan
yang dilalui ketika pendaki menuju ke pos 3 dari Sabana I berupa tanah merah
yang cukup terjal dan licin, namun waktu tempuhnya tidak terlalu lama yakni
sekitar 30 menitan. Di pos 3 berupa shelter,
namun tidak terlalu luas bisa untuk mendirikan tenda sekitar 8 tenda kapasitas
5 orang. Vegetasinya sudah mulai berubah, rerumputan sudah mulai berkurang dan
mulai terdapat beberapa pohon berbatang. Ketika malam hari, pendaki akan
disajikan pemandang yang lumayan indah yakni berupa lampu –lampu rumah penduduk
kota Magelang.
4. Pos 3- Pos 2
Jalan
yang dilalui pendaki menuju pos 2 dari pos 3 landai, namun waktu tempuh yang
dibutuhkan sekitar 1 jam. Berbeda dengan pos sebelumnya yang terbuka, pos 2
berada di tengah hutan cemara sehingga pendaki tidak bisa melihat pemandangan
apapun. Pos 2 berupa sebidang tanah yang sempit. Kemudian, untuk vegetasinya
sudah mulai memasuki hutan berupa pohon – pohon cemara.Meskipun sudah memasuki
kawasan hutan, di pos 2 ini tidak terdapat sumber air.
5. Pos 2- Pos 1
Perlananan
menuju ke pos 1 tidak terlalu sulit dan jalanan yang dilalui juga landai.
Vegetasi selama perjalanan menuju ke pos 1 berupa hutan cemara dan pinus. Waktu
tempuh menuju pos 1 sekitar 1 jam. Di pos 1 berupa shelter kecil kira – kira bisa memuat 2 tenda kapasitas 4 orang
saja. Di pos 1 ini tidak terdapat sumber mata air.
6. Pos 1- Basecamp
Jalan
yang dilalui ketika menuju basecamp Selo
dari pos 1 landai. Kemudian, di samping kiri maupun kanan berupa pohon pinus dan
cemara, namun terdapat juga beberapa pohon arbei. Selama perjalanan di sini
sudah tidak terlihat lagi lampu – lampu rumah penduduk sampai kira – kira 200
meter dari basecamp terlihat lampu –
lampu rumah penduduk.Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam.Di bawah ini merupakan koordinat jalur perjalanan yang diperoleh melalui GPS garmin dengan koordinat DMS :
1. Navigasi
1 (Basecamp Wekas)
Koordinat GPS 07°25’55,6’’ LS
110°24’50,4’’BT
2. Navigasi
2
Koordinat GPS 07°26’0,3’’LS
110°24’54,2’’ BT
3. Navigasi
3
Koordinat GPS 07°26’0,9’’ LS
110°24’59,6’’ BT
4. Navigasi
4
Koordinat GPS 07°25’57,3’’ LS
110°25’ 13,22’’ BT
5. Navigasi
5 (POS 1)
Koordinat GPS 07°26’1,3’’ LS
110°25’15,8’’ BT
6. Navigasi
6
Koordinat GPS 07°26’ 8,8’’ LS
110°25’24,7”
7. Navigasi
7
Koordinat GPS 07°26’12,5’’ LS
110°25’31,1’’BT
8. Navigasi
8
Koordinat GPS
07°26’ 15,8’’ LS110°25’ 34,8’’ BT
9. Navigasi
9 (POS 2)
Koordinat
GPS 07° 26’ 33,4” LS 110°25’ 48,7” BT
10. Navigasi
10 (Bawah Kenteng Songo)
Koordinat
GPS 07°27’14,2” LS 110°26’25” BT
11. Navigasi
11 (sabana 3)
Koordinat
GPS 07°27’28,8” LS 110°26’30,8” BT
12. Navigasi
12 (sabana 2)
Koordinat
GPS 07°27’ 37,6” LS 110°26’36,5”BT
13. Navigasi
13 (sabana 1)
Koordinat
GPS 07°27’55,5 “ LS 110°26’43,4” BT
14. Navigasi
14 (pos 3)
Koordinat
GPS 07°28’6,3” LS 110°26’47,5” BT
15. Navigasi
15 (Pos 2)
Koordinat
GPS 07°28’6,6” LS 110°27’3,6” BT
16. Navigasi
16 (Pos 1)
Koordinat
GPS 07°28’24,1” LS 110°27’20,4” BT
17. Navigasi
17 (Basecamp Selo)
Koordinat
GPS 07°29’4,2” LS 110°27’35,6” BT
Keterangan :
Navigasi tanpa keterangan merupakan tempat rest penulis.
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK PEMBACA.
^_^ 